
Ketika Peran Pencari Nafkah Bergeser,
Mahasiswa UIN Ponorogo Dalami Fenomena Cerai Gugat

www.pa-ponorogo.go.id || Pengadilan Agama Ponorogo memberikan pendampingan penelitian kepada mahasiswa Fakultas Syariah Universitas Islam Negeri Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo pada Jumat, 30 Oktober 2026. Kegiatan yang berlangsung di Ruang Tamu Terbuka Lantai II tersebut diikuti oleh Muhammad Athira Virgawan, mahasiswa Program Studi Hukum Keluarga Islam (Ahwal Syakhshiyyah). Penelitian ini merupakan bagian dari penyusunan skripsi dengan judul “Pergeseran Peran Pencari Nafkah pada Keluarga Migran dan Implikasinya terhadap Cerai Gugat (Studi Kasus di Pengadilan Agama Ponorogo Tahun 2025)”. Dalam kegiatan tersebut, Hakim Pengadilan Agama Ponorogo, Miswan, memberikan materi sekaligus pendampingan guna mendukung proses penelitian mahasiswa.

Pendampingan dilakukan melalui penyampaian materi dan diskusi yang berkaitan dengan fokus penelitian, khususnya dinamika keluarga migran serta kaitannya dengan perkara cerai gugat. Melalui kegiatan ini, mahasiswa memperoleh kesempatan untuk memperdalam pemahaman mengenai praktik hukum keluarga Islam berdasarkan perspektif lembaga peradilan agama. Hakim Miswan memberikan penjelasan dan arahan agar proses pengumpulan informasi dilakukan secara cermat serta tetap memperhatikan ketentuan yang berlaku. Kegiatan tersebut juga menjadi sarana bagi mahasiswa untuk menghubungkan teori akademik dengan realitas permasalahan hukum yang ditemukan dalam praktik peradilan.
Dalam pendampingannya, Hakim Miswan menyampaikan bahwa penelitian di lingkungan pengadilan dapat memberikan pengalaman akademik yang berharga bagi mahasiswa hukum. Menurutnya, pemahaman terhadap suatu perkara tidak cukup hanya dilihat dari aspek normatif, tetapi juga perlu memperhatikan latar belakang dan kondisi sosial yang menyertainya. Ia juga mengarahkan mahasiswa agar mengolah informasi secara objektif, sistematis, dan bertanggung jawab sehingga hasil penelitian memiliki dasar yang kuat. Dengan demikian, penelitian yang dilakukan diharapkan mampu memberikan gambaran yang lebih mendalam mengenai pergeseran peran pencari nafkah dalam keluarga migran dan implikasinya terhadap perkara cerai gugat.
Pengadilan Agama Ponorogo menyambut baik kegiatan penelitian mahasiswa sebagai bagian dari upaya mendukung pengembangan pendidikan dan keilmuan di bidang hukum keluarga Islam. Pendampingan tersebut sekaligus menjadi bentuk keterbukaan lembaga peradilan dalam mendukung kegiatan akademik sesuai dengan ketentuan dan prosedur yang berlaku. Melalui kegiatan ini, diharapkan terjalin hubungan yang positif antara Pengadilan Agama Ponorogo dan perguruan tinggi dalam memperkaya wawasan serta pemahaman mengenai praktik hukum di masyarakat. Hasil penelitian Muhammad Athira Virgawan diharapkan dapat memberikan kontribusi akademik serta menjadi bahan kajian terhadap dinamika persoalan keluarga dan perkara cerai gugat.
















